ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Mengupas Tuntas ATP (Alur Tujuan Pembelajaran): Pengertian, Cara Membuat, dan Contoh Lengkapnya
MRidwanM
5/17/20263 min read


ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
Mengupas Tuntas ATP (Alur Tujuan Pembelajaran): Pengertian, Cara Membuat, dan Contoh Lengkapnya
Halo Bapak/Ibu Guru! Sejak diterapkannya Kurikulum Merdeka, kita sering sekali mendengar istilah CP, TP, dan ATP. Bagi sebagian orang, istilah-istilah ini awalnya terdengar membingungkan. Padahal, jika sudah dipahami konsepnya, ATP ini sebenarnya adalah "peta jalan" yang bikin hidup kita sebagai guru jadi jauh lebih mudah saat mengajar di kelas.
Mari kita bahas tuntas apa itu ATP, mengapa ini penting, dan bagaimana cara menyusunnya dengan mudah dilengkapi contoh konkret.
Apa Itu Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)?
Secara sederhana, Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah rangkaian Tujuan Pembelajaran (TP) yang disusun secara sistematis dan logis di dalam suatu fase pembelajaran, mulai dari awal hingga akhir fase tersebut.
Kalau diibaratkan kita mau liburan dari Kota A (Awal Fase) menuju Kota Z (Akhir Fase/Capaian Pembelajaran), maka ATP adalah rute perjalanan yang kita pilih. Di sepanjang jalan, kita akan melewati Kota B, C, D (Tujuan Pembelajaran) secara berurutan agar perjalanan kita logis, tidak berputar-putar, dan efisien.
Ingat Rumus Ini:
CP (Capaian Pembelajaran) = Target Akhir Fase (Ditetapkan Pemerintah).
TP (Tujuan Pembelajaran) = Kompetensi yang harus dicapai murid dalam tiap materi.
ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) = Urutan atau kronologi dari TP-TP tersebut dari awal sampai akhir fase.
Konsep Penting dalam Menyusun ATP
Sebelum masuk ke contoh, ada 3 prinsip utama yang harus diingat saat menyusun alur:
Sistematis & Logis: Urutan pembelajaran harus masuk akal. Mulai dari yang mudah ke yang sulit, atau dari yang konkrit ke yang abstrak.
Tuntas dalam Satu Fase: Semua TP yang disusun harus bisa menyelesaikan target CP di fase tersebut.
Tidak Perlu Bercabang: Alur dibuat searah/linear, bukan bercabang-cabang yang bikin bingung menentukan urutan waktu.
Cara Menyusun ATP dengan 4 Langkah Mudah
Bapak/Ibu tidak perlu pusing, ikuti saja langkah-langkah praktis berikut:
Pahami CP (Capaian Pembelajaran): Baca dokumen CP untuk fase yang Anda ampu.
Urai CP menjadi TP (Tujuan Pembelajaran): Tentukan kompetensi dan materi apa saja yang harus dikuasai siswa.
Urutkan TP tersebut: Susun TP dari yang paling mendasar menuju yang lebih kompleks.
Alokasikan Waktu (JP): Perkirakan berapa Jam Pelajaran yang dibutuhkan untuk setiap TP.
Contoh Konkret Penyusunan ATP
Mari kita ambil contoh nyata pada Mata Pelajaran Matematika - Fase A (Umumnya Kelas 1 dan 2 SD) untuk elemen Bilangan.
1. Target CP (Capaian Pembelajaran) Elemen Bilangan:
"Peserta didik dapat membilang lambang bilangan cacah sampai dengan 20, mengurutkan bilangan, serta melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda konkret."
2. Memecah CP Menjadi TP (Tujuan Pembelajaran):
Dari CP di atas, kita pecah menjadi beberapa TP:
TP 1: Membilang/menghitung benda konkret sampai dengan 20.
TP 2: Membaca dan menuliskan lambang bilangan sampai dengan 20.
TP 3: Membandingkan dan mengurutkan bilangan cacah sampai dengan 20.
TP 4: Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda konkret.
TP 5: Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda konkret.
3. Menyusun Menjadi ATP (Alur Tujuan Pembelajaran):
Nah, sekarang kita urutkan TP di atas secara logis. Tidak mungkin kita mengajarkan penjumlahan (TP 4) kalau anak belum bisa menghitung bilangan (TP 1). Maka, alurnya berbentuk tabel seperti ini:
Urutan/AlurTujuan Pembelajaran (TP)
Urutan/Alur,Tujuan Pembelajaran (TP), Materi Pokok, Perkiraan Kelas, Alokasi Waktu
TP 1.1,Peserta didik mampu menghitung jumlah benda konkret secara runtut dari angka 1 sampai 20.,Hitung benda 1-20, Kelas 1 (Smtr 1), 4 JP
TP 1.2,Peserta didik mampu membaca dan menulis lambang bilangan 1 sampai 20 dengan benar.,Lambang Bilangan, Kelas 1 (Smtr 1), 4 JP
TP 1.3,Peserta didik mampu membandingkan (lebih banyak/sedikit) dan mengurutkan bilangan 1-20.,Perbandingan Bilangan, Kelas 1 (Smtr 1), 6 JP
TP 1.4,Peserta didik mampu melakukan operasi penjumlahan menggunakan alat bantu benda konkret.,Penjumlahan, Kelas 1 (Smtr 2), 8 JP
TP 1.5,Peserta didik mampu melakukan operasi pengurangan menggunakan alat bantu benda konkret.,Pengurangan, Kelas 1 (Smtr 2), 8 JP
Catatan: Kode 1.1 berarti Tujuan Pembelajaran pertama di Kelas 1.
Kesimpulan
Membuat ATP sebenarnya tidak seseram kedengarannya. Kuncinya adalah logika urutan belajar. Logika berpikir seorang anak adalah dasar utama kita menyusun alur tersebut. Jika ATP sudah tersusun rapi seperti contoh di atas, Bapak/Ibu Guru tinggal mencopot tiap-tiap TP untuk dibuatkan Modul Ajar (RPP) nya. Selesai!
Semoga artikel ini membuat Bapak/Ibu lebih percaya diri dalam menyusun ATP di sekolah masing-masing. Semangat mendidik!