Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)

Mengupas KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran): Pengganti KKM yang Jauh Lebih Manusiawi

MRidwanM

5/17/20262 min read

KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN PEMBELAJARAN (KKTP)

Halo Bapak/Ibu Guru!

Di Kurikulum Merdeka, kita mengenal istilah KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran). Istilah ini hadir untuk menggantikan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang dulu sering membuat kita akrab dengan istilah "remedial massal".

Mari kita bedah bersama apa itu KKTP, perbedaannya dengan KKM, serta bagaimana cara menyusunnya dengan contoh yang sangat mudah dipahami!

Apa Itu KKTP?

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) adalah serangkaian kriteria atau indikator yang menunjukkan sejauh mana peserta didik telah mencapai kompetensi pada suatu Tujuan Pembelajaran.

Kalau diibaratkan kita sedang melatih seseorang berenang, targetnya (TP) adalah "Bisa berenang gaya dada sejauh 5 meter". Maka KKTP-nya adalah rincian tanda-tanda dia bisa disebut berhasil, misalnya:

  1. Mampu mengkoordinasikan gerakan kaki dan tangan.

  2. Mampu mengambil napas di atas permukaan air dengan teratur.

  3. Mampu meluncur ke depan sejauh minimal 3 meter.\

Jika murid memenuhi indikator-indikator tersebut, barulah ia dinyatakan mencapai tujuan pembelajaran.

Mengapa KKM Diganti KKTP? Ini Bedanya!

Banyak guru bertanya, "Kenapa sih harus diganti? Apa bedanya?" Perbedaan utamanya terletak pada keadilan dan fungsinya bagi siswa.

Aspek KKM (Kurikulum Lama)

  • Berupa angka mutlak tunggal (misal: 75).

  • Menghakimi murid (Lulus vs Tidak Lulus).

  • Kurang adil karena memperlakukan semua anak dengan standar angka yang sama tanpa melihat prosesnya

    KKTP (Kurikulum Merdeka) Bentuk Angka

  • Lebih variatif (bisa deskripsi, rubrik, atau interval nilai)

  • Memetakan kemampuan untuk perbaikan pembelajaran.

  • Lebih adil karena melihat proses pencapaian indikator kompetensi siswa.

3 Pendekatan Membuat KKTP (Pilih yang Paling Cocok!)

Pemerintah memberikan kebebasan kepada guru untuk menentukan KKTP menggunakan 3 pendekatan utama:

1. Pendekatan Deskripsi Kriteria

Guru menuliskan laporan deskriptif mengenai komponen apa saja yang harus ditunjukkan murid.

  • Contoh: Dalam tugas menulis laporan, kriterianya adalah: (1) Laporan memiliki struktur lengkap, (2) Bahasa baku, (3) Isi sesuai fakta. Jika murid memenuhi semua/sebagian besar kriteria, ia dianggap mencapai tujuan.

2. Pendekatan Rubrik

Guru membuat tabel tingkatan performa murid (misal: Perlu Bimbingan, Cukup, Baik, Sangat Baik). Ini sangat objektif dan membantu guru tahu persis di mana letak kelemahan murid.

3. Pendekatan Interval Nilai

Guru menggunakan angka interval (misal: 0-40, 41-70, 71-100) setelah menentukan kriteria dari tugas yang diberikan.

Contoh Konkret Penerapan KKTP di Kelas

Mari kita gunakan Pendekatan Rubrik untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase C (Kelas 5 SD).

  • Tujuan Pembelajaran (TP): "Peserta didik mampu menulis teks deskripsi sederhana tentang lingkungan tempat tinggalnya secara runtut."

Berikut adalah KKTP berbentuk rubrik yang bisa digunakan guru:

Indikator Ketercapaian, Perlu Bimbingan (1), Cukup (2), Baik (3), Sangat Baik (4)

Struktur Teks,"Belum ada pembukaan, isi, dan penutup.",Struktur teks ada namun susunannya acak-acakan.,"Struktur lengkap (pembukaan, isi, penutup) dengan runtut.","Struktur lengkap, sangat runtut, dan ada kalimat transisi yang halus."

Penggunaan Bahasa,Banyak salah ejaan dan kalimat sulit dipahami.,"Ejaan banyak yang salah, namun maksudnya masih bisa dipahami.",Ejaan dan tanda baca sebagian besar sudah tepat.,"Ejaan, tanda baca tepat, dan pilihan katanya kaya (vocabulary luas)."

Kesesuaian Fakta,Isi teks tidak menggambarkan lingkungan tempat tinggal sama sekali.,"Menggambarkan lingkungan, tapi sangat minim detail.",Menggambarkan lingkungan rumah dengan detail yang cukup.,Menggambarkan lingkungan rumah dengan sangat detail dan hidup.

Cara Mengambil Keputusan Penilaian:

Guru dapat menyepakati bahwa murid dinyatakan Mencapai Tujuan Pembelajaran jika minimal mendapatkan nilai "Baik (3)" pada semua indikator.

  • Jika ada murid yang mendapatkan nilai "Perlu Bimbingan" atau "Cukup" di indikator Struktur Teks, maka guru memberikan intervensi khusus (remedial) hanya pada materi struktur teks saja, bukan menyuruh murid mengulang seluruh materi dari awal.

Kesimpulan

KKTP bukan lagi alat untuk menakut-nakuti murid dengan bayang-bayang nilai "merah" di rapor. KKTP adalah sahabat guru untuk mendiagnosis proses belajar. Dengan KKTP yang jelas, kita bisa tahu anak mana yang butuh bantuan ekstra dan di bagian mana mereka butuh dibimbing.

Dari ketiga pendekatan KKTP di atas (Deskripsi, Rubrik, dan Interval Nilai), pendekatan mana yang paling sering atau paling ingin Anda coba terapkan di kelas Anda?